“Ini yang terakhir...”katamu. Aku
memelukmu makin erat, menyembunyikan wajahku yang sembab dengan air mata
dibalik punggungmu, menahan isak.
“Ini yang terakhir... ini kali
terakhir kita bersama seperti ini..”kembali kau berbisik. Jalanan sepi, aku
bisa mendengar bisikanmu, desahan napasmu. Aku bisa merasakanmu.
“Kenapa?”tanyaku. Tanganku semakin
erat mencengkeram kausmu.
.......
“Aku akan menikah..”.
Hening.
Aku mencengkeram kausmu lebih
erat lagi. Menunduk makin dalam.
Ini pasti mimpi. Mimpi yang
sangat buruk.
Tapi kenapa aku bisa merasakan
punggungmu yang lebar dipelukanku? Kenapa aku bisa merasakan angin yang
menampar-nampar pipiku? Kenapa aku bisa mendengarkan suara deru motor yang kita
kendarai berdua?
Aku memelukmu lebih erat lagi.
Sesuatu retak didalam tubuhku,
aku bisa merasakannya. Perlahan pecah, kemudian runtuh satu-persatu. Tubuhku
kebas, aku tak bisa merasakan apa-apa.
Komentar
Posting Komentar