Pernahkah kau
bertanya alasan yang menjadi penyebab sesuatu itu ada? Pernahkah kau ingin
tahu, mengapa aku berusaha sekeras itu? Pernahkah kau mencoba memahami?
Aku belajar
lebih banyak, dan bekerja lebih keras, agar aku tak merepotkan orang lain. Aku
tak ingin menyusahkan orang lain. Dan hanya hal itulah yang aku bisa. Kubiarkan
cibiran-cibiran datang dan berlalu. Tak peduli.
Aku belajar
lebih banyak dan bekerja lebih keras lagi, agar aku bisa melupakan segala tawar
dan pahit. Hanya itulah yang bisa kulakukan. Cemooh dan ejekan kubiarkan
melayang. Ku acuhkan.
Aku belajar
lebih banyak lagi, dan bekerja lebih, dan lebih keras lagi. Tubuhku kaku dan sakit.
Tapi aku mendapatkan tidurku bisa sedikit lelap, meski tetap dengan mimpi-mimpi
penuh kegelisahan. Aku bersyukur.
Aku bekerja
belasan jam sehari, terkadang lebih, setiap hari. Aku belajar disela-sela waktu
tidurku. Mengambil beberapa pekerjaan sekaligus sambil tetap melanjutkan
sekolahku. Aku menikmatinya.
Kadang aku lupa
makan, dan melupakan bagaimana nikmatnya sebuah hidangan. Kadang aku lupa
memejamkan mata. Dan kemudian mulai lupa bagaimana tidur yang benar. Kadang aku
juga bisa melupakanmu.
Begitulah caraku
membunuh waktu dan berlari. Begitulah caraku menghindar. Dan begitulah caraku
mempertahankan diriku agar tetap waras.
Setelah kau tahu
itu semua, tidakkah sekarang kau bisa mengerti, mengapa aku berusaha begitu
keras, dan mengapa aku selalu bersungguh-sungguh? Tidakkah sekarang kau
memahami, mengapa sulit sekali untukku? Terlebih lagi, setelah semua itu,
bagaimana mungkin kau bisa berharap aku dengan mudah bisa melepaskan.. dan bahkan
bertahan?
Sekarang, masihkah
kau menganggap semua itu hanya lelucon?
#rufus

Komentar
Posting Komentar