Dialogue #1


Pernahkah kau bertanya alasan yang menjadi penyebab sesuatu itu ada? Pernahkah kau ingin tahu, mengapa aku berusaha sekeras itu? Pernahkah kau mencoba memahami?

Aku belajar lebih banyak, dan bekerja lebih keras, agar aku tak merepotkan orang lain. Aku tak ingin menyusahkan orang lain. Dan hanya hal itulah yang aku bisa. Kubiarkan cibiran-cibiran datang dan berlalu. Tak peduli.

Aku belajar lebih banyak dan bekerja lebih keras lagi, agar aku bisa melupakan segala tawar dan pahit. Hanya itulah yang bisa kulakukan. Cemooh dan ejekan kubiarkan melayang. Ku acuhkan.

Aku belajar lebih banyak lagi, dan bekerja lebih, dan lebih keras lagi. Tubuhku kaku dan sakit. Tapi aku mendapatkan tidurku bisa sedikit lelap, meski tetap dengan mimpi-mimpi penuh kegelisahan. Aku bersyukur.

Aku bekerja belasan jam sehari, terkadang lebih, setiap hari. Aku belajar disela-sela waktu tidurku. Mengambil beberapa pekerjaan sekaligus sambil tetap melanjutkan sekolahku. Aku menikmatinya.

Kadang aku lupa makan, dan melupakan bagaimana nikmatnya sebuah hidangan. Kadang aku lupa memejamkan mata. Dan kemudian mulai lupa bagaimana tidur yang benar. Kadang aku juga bisa melupakanmu.

Begitulah caraku membunuh waktu dan berlari. Begitulah caraku menghindar. Dan begitulah caraku mempertahankan diriku agar tetap waras.

Setelah kau tahu itu semua, tidakkah sekarang kau bisa mengerti, mengapa aku berusaha begitu keras, dan mengapa aku selalu bersungguh-sungguh? Tidakkah sekarang kau memahami, mengapa sulit sekali untukku? Terlebih lagi, setelah semua itu, bagaimana mungkin kau bisa berharap aku dengan mudah bisa melepaskan.. dan bahkan bertahan?


Sekarang, masihkah kau menganggap semua itu hanya lelucon?

#rufus

Komentar