Khusyuk yang sekusyuk-khusyuknya
Sujud yang sesujud-sujudnya
Hingga lupa aku akan duniawi
Yang kuingat hanyalah merayumu
Merapal tasbih lirih, bergetar
Teringat akan khilafku
Tergugu dengan kilapku
KasihMu masih saja kugadaikan
Niat bengkok dan berbelok, tak
beraturan
Tapi, masih saja kau perlihatkan
cahaya seterang matahari
Dengan sabar menuntunku setapak
demi setapak
Karena tergelincir itu bisa aku
rasakan perih,
Sedang air dibawah membasahiku,
membuatku jadi suci
Bara api itu membuatku mengerti
hangat dan pelukan
Sedang udara yang ku hirup, penuh
dengan debu-debu
Debu yang sama, yang juga dihirup
trilyunan umatMu
Demikianlah nikmat itu
Aku mencintai ruhmu,
Jiwa putih yang bersembunyi di
balik makian-makian lirih.
Dalam jagad kecilku, cinta.
Ruhku mungkin bertasbih, meskipun
kau tak merasa
Menari-nari dalam kepalaku
Berbincang dalam kesunyian batin
Bersemayam dalam semesta ruh dan
jiwa
Tersembunyi dalam keheningan
Yk-Gk, April 2017

Komentar
Posting Komentar