16
Sebagai setetes air
Aku juga ikut melambung
Menuju kebiruan dan kebeningan langit
O di manakah langitku duhai Kekasih
Jika tidak bertapa dalam diriMu?
Sejak semula mulutku suling firmanMu
Membelai lembah-lembah dan bebukitan
Dengan rinai syahdu suara Daud
Maka lembah menumbuhkan aneka bunga
Mengantar harumnya hingga ke Sidratil Muntaha
Sedang bukit senantiasa berdiri
Sebagai perlambangMu yang selalu tajalli*
*Kuswaidi Syafi’ie - Tarian Mabuk Allah
16: Dermaga

Komentar
Posting Komentar